KECENDERUNGAN PENINGKATAN KONSERVASI KEHATI DI KOMPLEK PERTAMINA EP ASSET 2 TAHUN 2022


PT Pertamina EP Asset 2 Prabumulih Field yang kemudian disebut menjadi PEP Prabumulih telah melakukan berbagai kegiatan/program dalam kegiatan pengelolaan keanekaragaman hayati. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu komitmen PEP Prabumulih dalam melakukan upaya konservasi terhadap spesies yang dilindungi dan langka baik secara insitu maupun eksitu yang bersinergi dengan organisasi maupun pemerintah yang concern terhadap kegiatan perlindungan keanekaragaman hayati sesuai dengan kebijakan QHSSE PT Pertamina EP Prabumulih Field. Beberapa kegiatan konservasi Flora yang telah dilakukan oleh PT Pertamina EP  Asset 2 Prabumulih Field yaitu Program Konservasi di Komplek PT Pertamina EP Asset 2 untuk meningkatkan keanekaragaman hayati pada komplek Pertamina, memperkuat ekosistem setempat serta melestarikan tanaman berstatus langka dan rentan. Program ini memiliki berberapa sub-program yaitu:

a.  Menginventarisasi tanaman langka yang berada di area operasi, serta melakukan upaya perlindungan berupa kampanye perlindungan.

b. Melaksanakan penanaman di komplek pertamina (komperta) Prabumulih sekaligus menetapkan komperta sebagai kawasan perlindungan merawan yang diselingi dengan tanaman keras lain.

c. Melaksanakan penanaman Eucalyptus Deglupa dan H. Chrysotrichus sebagai upaya untuk meningkatkan keanekaragaman tanaman di Kompek PT Pertamina EP Asset 2.

d. Melaksanakan penanaman Shorea Balangeran sebagai upaya untuk meningkatkan keanekaragaman tanaman di Komplek PT Pertamina EP Asset 2.

    Program konservasi di komplek PT Pertamina EP Asset 2 bertujuan untuk turut andil dalam meningkatkan keanekaragaman hayati dan peningkatan kualitas ekosistem, dengan cara melestarikan flora dengan status critically endangered (terancam punah) dan vulnerable (rentan) berdasarkan IUCN Redlist yang kemudian disebut dengan spesies prioritas, namun juga diselingi menanam tanaman keras lainnya. Spesies prioritas dalam program ini ialah:

1.     Hopea mengarawan dengan status Critically Endangered

2.     Pterocarpus indicus dengan status Endangered

3.     Eucalyptus deglupta dengan status Vulnerable

4.     Shorea Balangeran dengan status Vulnerable

5.     Artocarpus tamaran dengan status Vulnerable

Program ini dilaksanakan konsisten setiap tahun sejak tahun 2017 hingga sekarang. Program ini dimulai dengan pelaksanaan konservasi Merawan (Hopea mengarawan) di Komperta Prabumulih dan Taman Kota Prabumulih bertujuan untuk meningkatkan dan melindungi spesies merawan (Hopea mengarawan) yang sudah berstatus IUCN-redlist (critically endanegered). Merawan digunakan sebagai bahan baku untuk rumah adat Kota Prabumulih yang saat ini sudah sangat langka, khususnya di Kota Prabumulih. Pada Tahun 2017 jumlah merawan yang ada adalah sejumlah 100 batang, Tahun 2018 meningkat menjadi 200 batang dan pada tahun 2019-2021 setiap tahunnya ditanam sebanyak 300 batang merawan yang tertanam di area konservasi. Kegiatan ini menjaga dan melestarikan nilai histori budaya masyarakat lokal Prabumulih akan pentingnya arti merawan terhadap kebudayaan mereka.

Kegiatan konservasi pada Tahun 2020 dilanjutkan dengan penanaman 200 bibit flora spesies leda (Eucalyptus deglupta) yang diselingi dengan penanaman tanaman keras berupa Pohon Tabebuya (Handroanthus chrysotrichus) sebanyak 200 batang.

Pada tahun 2022 penanaman flora di komperta tetap terus dilakukan. Diawali dengan penanaman 100 bibit flora spesies meranti (shorea balangeran). Penanaman pohon keras lainnya yang dilakukan ialah spesies mangga, dule, belimbing dan rambutan masing-masing sebanyak 100 batang.

Penanaman spesies meranti merah ini bertujuan untuk meningkatkan dan melindungi spesies yang sudah berstatus vulnerable (rentan punah) berdasarkan IUCN Redlist. Spesies meranti ini akan mengalami perubahan warna merah tua menjadi hitam saat umur sudah tua. Tekstur kayu bersifat kasar dan rata namun jika kayunya diraba akan terasa licin dengan beberapa bagian tertentu terasa lengket akibat pengaruh damar. Shorea balangeran mampu tumbuh lebih cepat dibanding jenis pohon Rawa Gambut lainnya. Tanaman ini cocok di daerah dataran rendah lahan kering atau terkadang tergenang air pasang surut, jenis S. balangeran ini termasuk tanaman hutan yang populer sehingga keberadaanya di habitat asli semakin sedikit, akibat konversi habitat, kebakaran dan penebangan kayu S.balangeran yang tidak diiringi pelestarian. Selain kayu, tumbuhan ini memiliki potensi hasil non-kayu berupa senyawa fitokimia, yaitu alkaloid, saponin, tanin, fenolik, flavonoid, triterfenoid dan glikosida yang dapat diekstrak dari daun. Senyawa flavonoid sebagai pencegahan dan pengobatan kanker. Tanin sebagai senyawa aktif yang memiliki aktivitas antioksidan dan dapat menghambat pertumbuhan tumor. Selain itu potensi untuk menghasilkan resin dari kayunya yang sangat berharga.

Program ini termasuk program konservasi yang mencakup suatu wilayah yaitu Komperta Prabumulih Field, oleh karena itu perhitungan dilakukan dengan menggunakan kegiatan survei lapanngan dan parameter yang digunakan ialah indeks kehati. Indeks keanekaragaman hayati dari merawan, leda dan tumbuhan yang ada di sekitarnya juga dapat dihitung dengan menggunakan metode shanon wiener. 

Tabel Perhitungan Shanon Wiener Tahun 2018-2022

No

Nama Tumbuhan

2018

2019

2020

Jumlah

Pi

Pi x Log Pi

Jumlah

Pi

Pi x Log Pi

Jumlah

Pi

Pi x Log Pi

1

Mahoni

550

0.212

-0.329

550

0.204

-0.324

550

0.177

-0.307

2

Saga

200

0.077

-0.197

200

0.074

-0.193

200

0.065

-0.177

3

Sawo kecik

200

0.077

-0.197

200

0.074

-0.193

200

0.065

-0.177

4

Merawan

200

0.077

-0.197

300

0.111

-0.244

300

0.097

-0.226

5

Trembesi

300

0.115

-0.249

300

0.111

-0.244

300

0.097

-0.226

6

Nangka

400

0.154

-0.288

400

0.148

-0.283

400

0.129

-0.264

7

Kiara Payung

250

0.096

-0.225

250

0.093

-0.220

250

0.081

-0.203

8

Angsana

400

0.154

-0.288

400

0.148

-0.283

400

0.129

-0.264

9

Kelapa

100

0.038

-0.125

100

0.037

-0.122

100

0.032

-0.111

10

E.Deglupta

 

 

 

 

 

 

200

0.065

-0.177

11

H.Chrysotricus

 

 

 

 

 

 

200

0.065

-0.177

12

Ketapang Kencana

 

 

 

 

 

 

 

 

 

13

Kelengkeng

 

 

 

 

 

 

 

 

 

14

Jambu Air

 

 

 

 

 

 

 

 

 

15

Pucuk Merah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

16

Durian Musang King

 

 

 

 

 

 

 

 

 

17

Jambu Jamaika

 

 

 

 

 

 

 

 

 

18

Durian Bawor

 

 

 

 

 

 

 

 

 

19

Mangga

 

 

 

 

 

 

 

 

 

20

Meranti Merah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

21

Dule

 

 

 

 

 

 

 

 

 

22

Belimbing

 

 

 

 

 

 

 

 

 

23

Rambutan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Total

2600

 

-2.096

2700

 

-2.106

3100

 

-2.308

No

Nama Tumbuhan

2021

2022

Jumlah

Pi

Pi x Log Pi

Jumlah

Pi

Pi x Log Pi

1

Mahoni

550

0.149

-0.283

350

0.108

-0.240

2

Saga

200

0.054

-0.158

200

0.062

-0.172

3

Sawo kecik

200

0.054

-0.158

150

0.046

-0.142

4

Merawan

300

0.081

-0.204

200

0.062

-0.172

5

Trembesi

300

0.081

-0.204

200

0.062

-0.172

6

Nangka

400

0.108

-0.240

200

0.062

-0.172

7

Kiara Payung

250

0.068

-0.182

250

0.077

-0.197

8

Angsana

400

0.108

-0.240

200

0.062

-0.172

9

Kelapa

100

0.027

-0.098

100

0.031

-0.107

10

E.Deglupta

250

0.068

-0.182

250

0.077

-0.197

11

H.Chrysotricus

200

0.054

-0.158

200

0.062

-0.172

12

Ketapang Kencana

100

0.027

-0.098

100

0.031

-0.107

13

Kelengkeng

100

0.027

-0.098

100

0.031

-0.107

14

Jambu Air

100

0.027

-0.098

100

0.031

-0.107

15

Pucuk Merah

100

0.027

-0.098

100

0.031

-0.107

16

Durian Musang King

50

0.014

-0.058

100

0.031

-0.107

17

Jambu Jamaika

50

0.014

-0.058

100

0.031

-0.107

18

Durian Bawor

50

0.014

-0.058

50

0.015

-0.064

19

Mangga

 

 

 

50

0.015

-0.064

20

Meranti Merah

 

 

 

100

0.031

-0.107

21

Dule

 

 

 

50

0.015

-0.064

22

Belimbing

 

 

 

50

0.015

-0.064

23

Rambutan

 

 

 

50

0.015

-0.064

Total

3700

 

-2.671

3250

 

-2.984


Tabel Kecenderungan Peningkatan Status Kehati Tahun 2018-2022

No.

Kegiatan

Data Absolut

Satuan

2018

2019

2020

2021

2022*

1

Program Konservasi di Kompek PT Pertamina EP Asset 2, dengan cara:

a. Menginventarisasi tanaman yang berada di area operasi, serta melakukan upaya perlindungan berupa kampanye perlindungan kepada spesies rawan atau punah

b. Melaksanakan penanaman di komplek pertamina (komperta) Prabumulih dan Taman Kota sekaligus menetapkan komperta sebagai kawasan perlindungan dan konservasi merawan dengan diselingi dengan tanaman keras lain

c. Melaksanakan penanaman Eucalyptus Deglupa dan  H. Chrysotrichus sebagai upaya untuk m meningkatkan keanekaragaman tanaman di Kompek PT Pertamina EP Asset 2

d. Melaksanakan penanaman Shorea Balangeran sebagai upaya untuk meningkatkan keanekaragaman tanaman di Komplek PT Pertamina EP Asset 2.

2,096

2,106

2,308

2,671

2,984

H'




Comments