KECENDERUNGAN PENINGKATAN KONSERVASI HAYATI DI KOMPLEK PERTAMINA EP ASSET 2 TAHUN 2020
Program konservasi di komplek PT Pertamina EP Asset 2 bertujuan untuk turut andil dalam meningkatkan keanekaragaman hayati dan peningkatan kualitas ekosistem, dengan cara melestarikan flora dengan status critically endangered (terancam punah) dan vulnerable (rentan) berdasarkan IUCN Redlist yang kemudian disebut dengan spesies prioritas, namun juga diselingi menanam tanaman keras lainnya. Spesies prioritas dalam program ini ialah:
1. Hopea mengarawan dengan status Critically Endangered
2. Pterocarpus indicus dengan status Endangered
3. Eucalyptus deglupta dengan status Vulnerable
4. Artocarpus tamaran dengan status Vulnerable
Program ini dilasanakan konsisten setiap
tahun sejak tahun 2017 hingga sekarang. Program ini dimulai dengan pelaksanaan konservasi
Merawan (Hopea mengarawan) di Komperta Prabumulih dan Taman Kota
Prabumulih bertujuan untuk meningkatkan dan melindungi spesies merawan (Hopea
mengarawan) yang sudah berstatus IUCN-redlist (critically endanegered).
Merawan digunakan sebagai bahan baku untuk rumah adat Kota Prabumulih yang saat
ini sudah sangat langka, khususnya di Kota Prabumulih. Pada Tahun 2017 jumlah
merawan yang ada adalah sejumlah 100 batang, Tahun 2018 meningkat menjadi 200
batang, dan pada Tahun 2019 terdapat 300 merawan yang tertanam di area
konservasi. Kegiatan ini menjaga dan melestarikan nilai histori budaya
masyarakat lokal Prabumulih akan pentingnya arti merawan terhadap kebudayaan
mereka.
Kegiatan konservasi pada Tahun 2020
dilanjutkan dengan penanaman 200 bibit flora spesies leda (Eucalyptus
deglupta) yang diselingi dengan penanaman tanaman keras berupa Pohon
Tabebuya (Handroanthus chrysotrichus) sebanyak 200 buah.
Pada tahun 2021 penanaman flora di komperta
tetap terus dilakukan. Penenaman yang dilakukan ialah spesies leda sebanyak 50
buah, Ketapang kencana sebanyak 100 buah, Kelengkeng sebanyak 100 buah, Jambu
Air sebanyak 100 buah, Pucuk Merah sebanyak 100 buah, Durian Musang King
sebanyak 50 buah, Jambu Jamaika sebanyak 50 buah dan Durian Bawor sebanyak 50
buah.
Penanaman spesies leda ini bertujuan untuk
meningkatkan dan melindungi spesies yang sudah berstatus vulnerable (rentan
punah) berdasarkan IUCN Redlist. Spesies leda ini memiliki batang yang eksotis karena bercorak
warna warni akibat perubahan warna getah yang keluar akibat pengelupasan kulit;
cepat tumbuh (fast growing), tetapi jenis eukalptus ini tidak termasuk tanaman
kehutanan populer sehingga keberadaannya di habitat asli semakin sedikit, salah
satunya akibat pembalakan yang tidak diiringi pelestarian; dan memiliki potensi
hasil non-kayu berupa kandungan atsiri yang dapat di ekstrak dari daun.
Program ini termasuk program konservasi yang mencakup suatu wilayah yaitu Komperta Prabumulih Field, oleh karena itu perhitungan dilakukan dengan menggunakan kegiatan survei lapanngan dan parameter yang digunakan ialah indeks kehati. Indeks keanekaragaman hayati dari merawan, leda dan tumbuhan yang ada di sekitarnya juga dapat dihitung dengan menggunakan metode shanon wiener.

Comments
Post a Comment